Tata Cara Tawaf
Tawaf dimulai dari Hajar Aswad dengan posisi Ka’bah di sebelah kiri. Jemaah harus mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Sebelum memulai tawaf, jemaah wajib suci dari hadas dan najis serta menutup aurat.
Syarat sah tawaf meliputi beberapa hal. Pertama, jemaah harus suci dari hadas dan najis. Kedua, aurat harus tertutup. Ketiga, berada di dalam Masjidil Haram, termasuk area perluasan di lantai dua, tiga, atau empat. Keempat, jemaah harus memulai tawaf dari Hajar Aswad. Selanjutnya, Ka’bah harus berada di sebelah kiri jemaah. Selain itu, tawaf harus dilakukan di luar Kakbah, tidak di dalam Hijir Ismail.
Jemaah juga perlu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Terakhir, niat tawaf harus jelas, terutama jika tawaf tersebut berdiri sendiri dan tidak terkait dengan haji atau umrah.
Tata Cara Sai
Sa’i dimulai setelah tawaf. Jemaah harus memulai dari bukit Shafa. Kemudian, jemaah melakukan perjalanan dari bukit Shafa ke bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dari bukit Marwah kembali ke bukit Shafa sebanyak tujuh kali.
Bagi jemaah laki-laki, disarankan untuk berlari-lari kecil saat melintasi lampu hijau. Di sepanjang perjalanan, jemaah dianjurkan membaca doa dan zikir.
Setelah sampai di bukit Shafa dan Marwah, jemaah dapat berdoa. Akhiri sa’i di bukit Marwah untuk menyelesaikan ibadah ini. Dengan mengikuti tata cara ini, jemaah dapat melaksanakan ibadah sa’i dengan baik dan benar. ### Tata Cara Tawaf
Tawaf dimulai dari Hajar Aswad dengan posisi Ka’bah di sebelah kiri. Jemaah harus mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Sebelum memulai tawaf, jemaah wajib suci dari hadas dan najis serta menutup aurat.
Syarat sah tawaf meliputi beberapa hal. Pertama, jemaah harus suci dari hadas dan najis. Kedua, aurat harus tertutup. Ketiga, berada di dalam Masjidil Haram, termasuk area perluasan di lantai dua, tiga, atau empat. Keempat, jemaah harus memulai tawaf dari Hajar Aswad. Selanjutnya, Ka’bah harus berada di sebelah kiri jemaah. Selain itu, tawaf harus dilakukan di luar Kakbah, tidak di dalam Hijir Ismail.
Jemaah juga perlu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Terakhir, niat tawaf harus jelas, terutama jika tawaf tersebut berdiri sendiri dan tidak terkait dengan haji atau umrah.
Tata Cara Sai
Sa’i dimulai setelah tawaf. Jemaah harus memulai dari bukit Shafa. Kemudian, jemaah melakukan perjalanan dari bukit Shafa ke bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dari bukit Marwah kembali ke bukit Shafa sebanyak tujuh kali.
Bagi jemaah laki-laki, disarankan untuk berlari-lari kecil saat melintasi lampu hijau. Di sepanjang perjalanan, jemaah dianjurkan membaca doa dan zikir.
Setelah sampai di bukit Shafa dan Marwah, jemaah dapat berdoa. Akhiri sa’i di bukit Marwah untuk menyelesaikan ibadah ini. Dengan mengikuti tata cara ini, jemaah dapat melaksanakan ibadah sa’i dengan baik dan benar.









Leave a Reply